banner 728x250

Pemerintah Siapkan CNG Merah Putih Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Diproduksi dan Dirakit di China

banner 120x600

windsnews.id / JAKARTA — Pemerintah tengah menyiapkan program CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) yang akan diterapkan secara bertahap. Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, penggunaan CNG Merah Putih berbasis Compressed Natural Gas (CNG) diperkirakan dapat lebih hemat 30–40 persen dibanding LPG 3 kg. Selain itu, sistem penggunaannya diklaim tetap kompatibel dengan kompor rumah tangga yang ada atau bersifat plug and plug
Pemerintah Siapkan CNG Merah Putih Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Diproduksi dan Dirakit di China
CNG Merah Putih JAKARTA — Pemerintah tengah menyiapkan program CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) yang akan diterapkan secara bertahap.
Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, penggunaan CNG Merah Putih berbasis Compressed Natural Gas (CNG) diperkirakan dapat lebih hemat 30–40 persen dibanding LPG 3 kg. Selain itu, sistem penggunaannya diklaim tetap kompatibel dengan kompor rumah tangga yang ada atau bersifat plug and play.

“Biaya penggunaan CNG lebih murah dibanding LPG dan tidak perlu mengganti kompor,” kata Bahlil dalam keterangannya dilansir pada Rabu (1/7/2026).

BACA JUGA : Agus Windu Hanggono S.T : Perbedaan LPG dan CNG yang Kini Heboh karena Dirakit di China

Dalam skema yang disiapkan, tabung CNG Merah Putih menggunakan bahan komposit yang lebih ringan dan akan dipinjamkan kepada pengguna melalui distributor. Kapasitasnya disebut setara dengan LPG 3 kg.
Baca Juga:LPG Gas Melon Bakal Diganti Tabung CNG Merah Putih, Berlaku Mulai Tahun Ini
Pemerintah juga menargetkan distribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke wilayah lain. Namun, implementasi penuh masih menunggu penyelesaian roadmap, kesiapan infrastruktur, serta sistem distribusi di lapangan.

Sejumlah komponen dalam program ini juga melibatkan produksi luar negeri. Tabung dan casing disebut diproduksi di China, valve penurun tekanan otomatis berasal dari Jerman, sementara proses perakitan juga dilakukan di China. Tabung tersebut diklaim memiliki usia pakai hingga 20 tahun.

Perbedaan LPG dan CNG yang Kini Heboh karena Dirakit di China
Langkah ini diambil karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG, yang mencapai sekitar 75–80 persen dari kebutuhan nasional, dengan nilai devisa sekitar US$5 miliar per tahun.

Di sisi lain, subsidi LPG 3 kg juga membebani APBN lebih dari Rp80 triliun setiap tahun.
Dengan hadirnya CNG Merah Putih, pemerintah berharap dapat menekan impor LPG sekaligus mengurangi beban subsidi energi, tanpa mengganggu kebutuhan energi rumah tangga masyarakat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *