banner 728x250

Great Bandung Selalu Bikin Gebrakan Unik,  Belanja Sembako Bayar Pakai Sampah

banner 120x600

Windnews.com / Kota Bandung – Great Bandung selalu membuat gebrakan yang unik untuk menangani dan mengurangi sampah dirumah, Great Bandung mengadakan Bazar untuk warga yang mau berbelanja membayar pakai sampah, warga berbondong bondong membawa sampah yang sudah dipilah dijual di tempat bazar dibeli oleh bank sampah  ditukar pakai kupon, voucher lalu belanja di bayarnya dari hasil penjualan sampah tadi.

“Warga berbelanja mulai dari sembako hingga pakaian anak dan dewasa, serta makanan olahan dari 30 UMKM setiap Kecamatan di Kota Bandung bertempat di halaman Balai Kota Bandung, Sabtu (12/9/ 2026).

“Wali Kota Bandung M.Farhan pada pembukaannya yang didampingi Anggota DPR RI Nico Siahaan dan Ketua Great Bandung Dr.Kikit Wirianti Sugata sambutannya mengatakan, untuk penanganan sampah dikota bandung kita akan buat kompos vit atau lubang kompos,  jadi membangun sejumlah 149.000 titik.

“Diberbagai daerah kita akan membuat yang namanya lubang kompos vit berukuran 1 meter kubik sampai 2 meter kubik harus berstandarisasi supaya penanganan nya seragam”ujar Farhan

“Pemerintah Kota Bandung tidak bisa penanganan sampah dilakukan sendiri, harus ada bantuan dari masyarakat mulai dari hulu, yaitu dari setiap Rt sekota Bandung” Jelasnya

Terkait anggaran tidak mungkin dari pemerintah kota bandung saja,  dibantu oleh pemerintah pusat  makanya saya bolak balik jakarta, alhamdulilah dapat.  Alhamdulilah orang bandung mah walaupun kekurangan uang tetapi tidak kekurangan akal.” Kata Farhan

Great Bandung kembali mengadakan kegiatan yang memasuki tahun kelima di 2026 ini menjadi ajang kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah secara kreatif.

Ketua Great Bandung Dr.Kikit Wirianti Sugata menjelaskan, kegiatan ini mengusung konsep unik: warga dapat membeli berbagai kebutuhan dengan menukarkan sampah yang telah dipilah.

Sampah yang dibawa dikategorikan menjadi beberapa jenis, seperti kaca, logam, plastik, dan kertas, totalnya mencapai sekitar 70 kategori.

Setelah ditimbang, nilai sampah tersebut dikonversi menjadi voucher belanja, yang dapat digunakan untuk membeli berbagai produk di lokasi bazar bayar pakai sampah di tempat acara.

“Khusus hari ini, setiap voucher diberi bonus tambahan 50 persen, sehingga warga bisa belanja lebih banyak dengan semangat gembira,” katanya.

Beragam produk tersedia di bazar, mulai dari sembako hasil kerja sama dengan sejumlah ritel seperti Yogya dan Griya: beras, gula, dan minyak goreng, hingga pakaian, tas, dan sepatu dengan harga terjangkau, mulai dari Rp2.000.

Selain itu, sebanyak 30  kecamatan di Kota Bandung juga menghadirkan stand UMKM yang menampilkan produk kreatif dan kuliner lokal.

“Kami ingin agar kegiatan ini bukan hanya soal belanja murah, tapi juga wadah untuk mengangkat kreativitas warga dan memperluas pasar produk UMKM Bandung,” ucapnya.

Selain bazar, pengunjung juga disediakan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk tes gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta layanan kacamata gratis bagi warga yang membutuhkan. Kuota yang semula disiapkan untuk 1.000 orang bahkan tembus hingga 1.300 peserta.

Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh lomba daur ulang sampah dan pertunjukan seni budaya, mulai dari marching band, angklung, tari tradisional, hingga line dance.

Wali Kota Bandung M. Farhan, mengapresiasi semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan Great Bandung tersebut.

“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ketika pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergandeng tangan, maka upaya menjaga kebersihan dan kelestarian kota akan lebih efektif,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Bayar Pakai Sampah sejalan dengan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang terus digencarkan Pemkot Bandung.

Program ini, lanjut Syukur, mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Ia juga menambahkan, Pemkot Bandung kini telah membangun TPS 3R dan bank sampah di berbagai wilayah, serta merekrut ribuan pendamping pemilahan sampah yang membantu edukasi warga.

Langkah ini diperkuat dengan Program Prakarsa Kewilayahan, yang melibatkan RT, RW, dan kelurahan dalam pemetaan serta penanganan masalah lingkungan.

“Jika setiap keluarga mau memulai gerakan memilah dan mengurangi sampah dari rumah, insyaallah Bandung bisa terbebas dari persoalan sampah. Bahkan, sampah bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga,” katanya.

Ia menyebut, semangat yang dibawa Great Bandung 2026 selaras dengan visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), salah satunya terkait kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual warga kota.

“Menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan rasa syukur kita kepada Tuhan. Dari hal-hal kecil seperti memilah sampah, dampaknya bisa sangat besar bagi masa depan kota,”

Pantauan Media SeputarNews.com  mulai dari jam 08.00 WIB pukul 12.30 WIB, ajang Great Bandung masih terus berlangsung. Kegiatan ini berkolaborasi juga dengan Maestro Radio Bandung dan bisa dipantau langsung melalui siaran langsung di kanal YouTube-nya.” (Ims)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *