banner 728x250

Agus Windu Hanggono S.T: Perbedaan LPG dan CNG yang Kini Heboh karena Dirakit di China

banner 120x600

Windnews.id / JAKARTA — Indonesia, Agus Windu Hanggono S.T, 15 tahun lalu pernah melaksanakan pekerjaan di PT.PGN, pernah bergabung dalam pekerjaan proyek pembangunan jaringan pipa transmisi dan distribusi Gas Sumatra Of Java, yang menyabungkan pipa gas dari Sumatera sampai ke Jawa Barat, dengan segudang pengalaman membangun konstruksi pipa gas, jaringan gas rumah tangga. Kali ini bukan lewat organisasi GM FKPPI Jawa Barat yg diketuainya, atau PT Windu Energi Indoneisa yg dipimpinnya , melainkan lewat edukasi soal energi dalam hal ini terkait perbedaan LPG dan CNG.

Saat ditemui awak media Windnews pada Senin (3/7/2026), Agus Windu Hanggono S.T yg sering disapa kang windu membagikan pengalaman dan penjelasan detail “PERBEDAAN ANTARA LPG DAN CNG”.

Dalam wawancara, Kang windu membeberkan perbedaan mendasar dua jenis Gas tersebut. LPG (Liquefied Petroleum Gas) disebutnya berbahan baku campuran propana dan butana. Berbentuk cair pada tekanan rendah 5–10 bar dan lebih berat dari udara. Karena itu, jika bocor gas akan menggenang di lantai.” Jelasnya

Penggunaannya paling umum untuk memasak, pemanas air, dan industri kecil. LPG biasa disimpan dalam tabung baja tebal ukuran 3 kg, 12 kg, 50 kg. Nilai kalornya lebih tinggi sehingga lebih panas per volume.

Sementara CNG (Compressed Natural Gas) berbahan baku utama metana 90–95%. Berbentuk gas yang ditekan tinggi sekitar 200–250 bar dan lebih ringan dari udara. Jika bocor, gas akan naik dan menyebar.

BACA JUGA : Pemerintah Siapkan CNG Merah Putih Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Diproduksi dan Dirakit di China

Penggunaannya utamanya untuk bahan bakar kendaraan dan pembangkit listrik. CNG disimpan di tabung baja khusus bertekanan tinggi. Nilai kalornya lebih rendah dari LPG, sehingga butuh volume lebih banyak untuk energi yang sama.

Kang windu juga menyimpulkan singkat bahwa LPG adlah Propana ditambah Butana, cair, lebih berat, lebih panas, untuk masak dan kebutuhan umum.

Sementara CNG adalah Metana, gas bertekanan, lebih ringan, lebih murah, terutama untuk kendaraan. Kritik Halus ke Pemerintah
Di akhir wawancara, Kang Windu menyelipkan kritik. Ia menyebut pemerintah sering kurang melakukan sosialisasi terkait program yang melibatkan rakyat banyak, apalg terkait dengan safety first masyarakat perlu disosialisasikan.

“Kita harus terus belajar bersama karena pemerintah sering kurang sosialisasi (apapun program dan proyeknya yang melibatkan rakyat banyak). Pemerintah sering memaksakan meskipun rakyat belum faham. Hidup rakyat,” ucap Kang windu.

BACA JUGA :

Pemerintah perlu mengkaji kembali, apakah setiap SPPBG yg sudah ada sekarang akan menjadi station pengisian, atau akan di bangun lagi khusus pengisian CNG, karena kita perlu mambangun storage CNG, sebagai penampung saat pengisian ke tabung 3 kg, dampak lingkungan juga perlu kita diperhatikan, PT.PGN punya beberapa station saya ingat persis untuk menyalurkan gas alam yg digunakan oleh industri dan gas rumah tangga karena saya dulu sebagai pengawas pembangunan di beberapa titik lokasi dari sumatera, bojonegara sampai bekasi, kerawang dan subang.

Pemerintah perlu mengkaji, ketersediaan CNG berapa lama, pengujian dalam proses pengunaannya, kita tidak bisa pungkiri kejadian-kejadian yg sudah pernah terjadi hanya dijadikan proyek sesaat tanpa berfikir untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

ESDM MIGAS melaksanakan program 1 juta pertahun sambungan jaringan gas rumah tangga diseluruh Indonesia, itupun belum tercapai dengan maksimal, contoh dikota besar, ditempat saya pun belum terpasang, padahal pipa existingnya sudah ada kata kang windu sambil tersenyum, selama program untuk masyarakat pasti setuju namun perlu dikaji yang benar agar anggaran yang digunakan tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.”(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *